Halim Kitab Utama

Sejak 1982

0%

Langkau ke kandungan

Dar Ibnu Katsir, Dar Ibnu Hazm, dan Dar Al-Fikr Al-Mu’ashir: Tiga Penerbit, Tiga Karakter

Dalam artikel sebelumnya kami membahas Dar Al-Kutub Al-Ilmiyah, penerbit Beirut yang paling sering ditemui di rak pesantren Indonesia. Tapi kitab turats tidak hanya terbit dari satu rumah. Tiga penerbit berikut punya karakter yang berbeda-beda, dan mengenali perbedaannya membantu memilih edisi yang tepat.

1. Dar Ibnu Katsir

Berdiri pada 1983 M (1403 H) di Damaskus, Suriah, dan membuka cabang utama di Beirut pada 1994 M (1414 H). Dar Ibnu Katsir dikenal di dua bidang sekaligus.

Pertama, percetakan mushaf Al-Qur'an dengan beragam riwayat qira'at — Hafs, Warsy, Qalun, dan Ad-Duri — memakai khat para khattat ternama. Kedua, tahqiq atau pengeditan ilmiah atas kitab turats di bidang hadits, sejarah, dan tafsir. Katalognya memuat karya besar seperti Al-Kamil fi At-Tarikh karya Ibnul Atsir dalam set berjilid banyak, serta syarah kitab nahwu klasik.

Kalau Anda mencari mushaf dengan riwayat selain Hafs — kebutuhan yang muncul di kalangan pengkaji qira'at — penerbit inilah yang katalognya paling siap.

2. Dar Ibnu Hazm

Berdiri pada 1988 M (1408 H) di Beirut, didirikan oleh Ahmad Mustafa Qasibati bersama Dr. Muhammad Rabi' Qatirji. Katalognya termasuk yang paling luas di antara penerbit turats: lebih dari 3.600 judul, mencakup fiqh, hadits, tafsir, ulumul Qur'an, hingga kesusastraan Arab.

Keluasan itu terasa pada rentang terbitannya — dari Diwan Imam Asy-Syafi'i yang tipis dan terjangkau, sampai set fiqh Maliki berpuluh jilid yang jadi rujukan perpustakaan. Untuk perpustakaan pesantren yang ingin melengkapi satu bidang ilmu secara menyeluruh, katalog penerbit ini layak ditelusuri lebih dulu.

3. Dar Al-Fikr Al-Mu'ashir

Berbasis di Damaskus dan Beirut, penerbit ini berbeda arah dari dua sebelumnya. Fokusnya bukan turats klasik melainkan pemikiran Islam kontemporer: kajian maqashid syariah, pembaruan metodologi hukum Islam, dan sosiologi Islam.

Di sinilah terbit karya-karya Dr. Muhammad Sa'id Ramadhan Al-Buthi, Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili — termasuk tafsir besarnya yang berjilid banyak — dan Malik bin Nabi. Untuk kebutuhan kuliah, kajian ilmiah, atau pembaca yang ingin menghubungkan fiqh klasik dengan persoalan hari ini, katalog inilah yang paling relevan.

4. Bagaimana Memilih di Antara Ketiganya

Pertanyaannya bukan mana yang terbaik, melainkan untuk apa. Mushaf dengan riwayat qira'at tertentu mengarah ke Dar Ibnu Katsir. Kelengkapan satu bidang ilmu turats mengarah ke Dar Ibnu Hazm. Kajian kontemporer dan maqashid mengarah ke Dar Al-Fikr Al-Mu'ashir.

Untuk satu judul yang sama dan terbit dari beberapa penerbit, yang membedakan biasanya tahqiq-nya — siapa yang membandingkan manuskrip dan menelusuri sumber kutipannya — serta penataan halaman dan mutu penjilidan. Untuk kitab yang akan dibuka setiap hari selama bertahun-tahun, dua hal terakhir itu tidak sepele.

Halim Kitab Utama mengimpor dan mendistribusikan kitab dari penerbit-penerbit Beirut dan Damaskus sejak 1982. Kalau Anda mencari judul tertentu dan ingin tahu terbitan siapa saja yang tersedia beserta perbedaannya, hubungi kami lewat WhatsApp.