Halim Kitab Utama

Since 1982

0%

Skip to content

Buku Kurikulum Merdeka dan Kitab Pesantren: Cara Sekolah Mengombinasikan

Madrasah dan pesantren yang menyelenggarakan pendidikan formal memikul dua daftar buku sekaligus: buku pelajaran mengikuti kurikulum nasional, dan kitab mengikuti kurikulum kepesantrenan. Keduanya berjalan di tahun ajaran yang sama, dengan anggaran yang sama.

Yang sering terjadi, keduanya diadakan terpisah tanpa saling melihat — dan tumpang tindihnya baru ketahuan setelah barang datang.

1. Dua Daftar, Dua Sifat

Buku kurikulum nasional berganti mengikuti kebijakan dan edisi penerbit; buku tahun lalu belum tentu masih dipakai tahun ini. Kitab pesantren sebaliknya — judulnya nyaris tidak berubah sejak puluhan tahun, dan yang berganti hanya cetakannya.

Perbedaan sifat ini menentukan cara pengadaannya. Buku pelajaran perlu dicek kesesuaian edisinya tiap tahun; kitab bisa dibeli dengan patokan yang sama dari tahun ke tahun, asalkan edisinya dijaga seragam.

2. Titik Tumpang Tindih yang Paling Sering

Pelajaran agama di kurikulum nasional — Fikih, Akidah Akhlak, Al-Qur'an Hadits, Sejarah Kebudayaan Islam — membahas bidang yang juga diajarkan lewat kitab. Materinya tidak identik, karena yang satu disusun sebagai buku pelajaran dan yang lain kitab klasik, tapi bidangnya bersinggungan.

Sekolah yang menyadari ini biasanya mengatur agar keduanya saling melengkapi: buku pelajaran untuk ujian dan kerangka, kitab untuk pendalaman. Yang tidak mengaturnya sering berakhir mengajarkan hal yang sama dua kali dengan istilah berbeda.

3. Menyusun Pengadaan dalam Satu Kali

Menggabungkan pengadaan keduanya dalam satu pemesanan punya dua keuntungan praktis: ongkos kirim jadi satu, dan seluruh daftar bisa diperiksa sekaligus untuk melihat tumpang tindih sebelum dibeli, bukan sesudah.

Untuk sekolah yang jauh dari pusat distribusi, penghematan ongkos kirim saja sering sudah sepadan.

4. Yang Perlu Disiapkan Sebelum Memesan

Tiga hal: daftar mata pelajaran beserta jenjangnya, jumlah siswa per kelas, dan daftar kitab beserta tingkatnya. Kalau ada kitab yang harus mengikuti edisi tertentu — misalnya karena mengikuti pengajian kiai tertentu — sebutkan sejak awal.

5. Buku Pendamping dan Alat Peraga

Selain buku wajib, banyak sekolah menambah buku pendamping, alat peraga, dan perlengkapan mengaji seperti rehal dan meja belajar. Ini sering dianggap belakangan, padahal kalau digabung ke pemesanan yang sama ongkosnya jauh lebih ringan.

Halim Kitab Utama menyediakan buku kurikulum nasional, kitab pesantren, buku pendamping, dan perlengkapan mengaji sekaligus — memang untuk keperluan seperti ini. Kirim daftar lengkapnya lewat WhatsApp untuk penawaran satu paket.