Halim Kitab Utama

Since 1982

0%

Skip to content

Beda Standar Mushaf Al-Qur’an Indonesia, Malaysia, dan Thailand

Pertanyaan ini datang berulang dari pembeli di seberang perbatasan: kenapa mushaf yang dibeli di Indonesia terlihat berbeda dari yang dipakai di Malaysia, padahal isinya sama-sama Al-Qur'an? Jawabannya bukan soal mutu cetakan, melainkan soal STANDAR — dan tiap negara memang menetapkan standarnya sendiri.

Bagi lembaga yang mengadakan mushaf lintas negara — pesantren dengan santri dari Pattani, sekolah di Malaysia yang membeli dari Indonesia, atau masjid yang menerima wakaf dari luar — perbedaan ini penting diketahui sebelum memesan, bukan sesudah barangnya datang.

1. Indonesia: Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia (MASI)

Di Indonesia, kewenangan mentashih setiap mushaf yang beredar ada pada Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an (LPMQ) Kementerian Agama RI. Standarnya dibakukan lewat Muktamar Kerja Ulama Ahli Al-Qur'an yang berjalan berkala sejak 1974, dan hasilnya dikenal sebagai Mushaf Al-Qur'an Standar Indonesia.

MASI punya tiga varian: Standar Utsmani untuk mushaf umum dan terjemah, Standar Bahriyyah untuk penghafal dengan format 15 baris per halaman dan ayat pojok, serta Standar Braille.

Yang paling menentukan tampilannya adalah pilihan rujukan rasm. MASI mengikuti kaidah Rasm Utsmani riwayat Imam Abu 'Amr Ad-Dani dalam kitab Al-Muqni'. Dari sisi tanda baca, MASI memilih prinsip kemudahan bagi pembaca non-Arab: tanda sukun ditulis di atas semua huruf mati — termasuk huruf mad dan nun/mim sukun yang dibaca samar — dan nun kecil berharakat kasrah dibubuhkan sebagai penanda bacaan sambung.

2. Malaysia: Standar Kementerian Dalam Negeri (KDN)

Di Malaysia, pengawasan percetakan Al-Qur'an berada di bawah Lembaga Pengawalan dan Lesen Pencetakan Al-Qur'an, Kementerian Dalam Negeri. Rujukan rasm-nya berbeda dari Indonesia: Malaysia mengikuti riwayat Abu Dawud Sulayman bin Najah sebagaimana termaktub dalam kitab Al-Tabyin, dan sistem tanda bacanya mengikuti standar Mujamma' Malik Fahd di Madinah.

Akibatnya terlihat langsung di halaman. Tanda sukun TIDAK dituliskan di atas huruf yang dibaca ikhfa', idgham, atau huruf mad — ketiadaan sukun itulah yang justru jadi penanda bahwa huruf tersebut harus disamarkan atau dimasukkan. Tanwin pun dibedakan bentuknya: dua baris sejajar untuk idhar, dua baris bergeser miring untuk idgham dan ikhfa'.

Setiap cetakan wajib melewati pemeriksaan lembar demi lembar oleh Lajnah Tashih KDN, dan stempel kelulusan resmi menjadi syarat mutlak untuk boleh diedarkan.

3. Thailand: Dua Pola yang Hidup Berdampingan

Thailand tidak memiliki lembaga percetakan Al-Qur'an nasional berskala industri, sehingga kebutuhan mushaf dipenuhi lewat impor dan pencetakan lokal terbatas. Urusan keagamaan berada di bawah Chularatchamontri dan Central Islamic Council of Thailand, dengan Majelis Agama Islam Wilayah di daerah.

Di lapangan berlaku dua pola sekaligus. Di lingkungan pondok tradisional wilayah selatan — Pattani, Yala, Narathiwat, Songkhla, Satun — mushaf yang dipakai secara historis merujuk tradisi Melayu Pattani, yang sistem tanda bacanya berdekatan dengan standar Indonesia karena keterikatan rumpun Melayu. Di sekolah agama modern dan masjid, yang dipakai umumnya standar Madinah hasil impor.

4. Ringkasan Perbedaannya

Indonesia menuliskan sukun secara eksplisit; Malaysia menghilangkannya pada ikhfa', idgham, dan mad. Indonesia menuliskan nun wiqayah; Malaysia tidak. Indonesia memakai bentuk tanwin yang seragam; Malaysia membedakan bentuknya menurut hukum bacaan. Thailand mengikuti keduanya, tergantung lembaganya.

Perlu ditegaskan: ketiganya sama-sama sah. Yang berbeda adalah cara menuliskan panduan bacaannya, bukan teks Al-Qur'annya. Seorang penghafal yang terbiasa dengan satu standar tetap bisa membaca yang lain — hanya perlu waktu menyesuaikan mata.

5. Yang Perlu Diperhatikan Saat Mengadakan Lintas Negara

Kalau mushaf akan dipakai di Malaysia, pastikan cetakannya sudah mengantongi kelulusan tashih KDN — tanpa itu peredarannya terganjal aturan, sebaik apa pun mutunya. Kalau untuk penghafal, samakan standarnya dengan yang dipakai gurunya: pindah standar di tengah hafalan membuat letak ayat per halaman berubah, dan hafalan visual ikut goyah. Kalau untuk wilayah selatan Thailand, tanyakan dulu lembaga penerimanya memakai pola pondok atau standar Madinah.

Halim Kitab Utama mendistribusikan mushaf ke Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Kamboja. Sebutkan saja negara dan lembaga tujuannya lewat WhatsApp, nanti kami bantu memastikan standar mushafnya sesuai sebelum pengiriman.