Halim Kitab Utama

Since 1982

0%

Skip to content

Akhlaq lil Banin dan lil Banat: Pembagian Juz dan Cara Memasangkannya ke Kelas

Akhlaq lil Banin dan Akhlaq lil Banat karya Sayyid Umar bin Ahmad Baraja adalah kitab akhlak yang paling luas dipakai di madrasah dan TPQ Indonesia. Banyak pengelola membelinya tanpa tahu persis pembagian jilidnya, lalu bingung kenapa isinya terasa terlalu mudah atau terlalu berat untuk kelasnya.

1. Siapa Penulisnya

Sayyid Umar bin Ahmad Baraja adalah ulama dan pendidik yang berkiprah di Surabaya. Kitab-kitab akhlaknya lahir dari pengalaman mengajar langsung anak-anak, dan itu terasa pada susunannya: bahasanya sederhana, contohnya keseharian, dan tiap bab pendek supaya muat dalam satu pertemuan.

2. Pembagian Jilid

Akhlaq lil Banin terdiri dari empat juz, disusun menaik. Juz pertama untuk anak paling kecil, berisi adab paling dasar: adab kepada orang tua, kepada saudara, kepada guru, kepada teman. Juz kedua dan ketiga memperluas ke lingkaran yang lebih jauh dan mulai menyentuh alasan di balik adab, bukan sekadar aturannya. Juz keempat paling padat, membahas akhlak sebagai keseluruhan sikap hidup.

Akhlaq lil Banat, untuk santriwati, terdiri dari tiga juz dengan pola yang sama.

3. Cara Memasangkannya ke Kelas

Kesalahan yang paling sering terjadi adalah membeli satu jilid untuk semua kelas. Karena disusun bertingkat, satu jilid hanya cocok untuk satu rentang usia; memakainya di semua kelas membuat yang kecil kewalahan dan yang besar bosan.

Pola yang lazim: juz 1 untuk kelas awal madrasah ibtidaiyah atau TPQ tingkat dasar, lalu naik satu juz per tingkat. Kalau lembaganya hanya punya dua tingkat, ambil juz 1 dan juz 3 — lompatannya terasa, dan isinya tidak tumpang tindih.

4. Edisi dan Bentuk

Kitab ini tersedia dalam beberapa bentuk: per juz terpisah, atau bendel empat juz dalam satu buku. Untuk madrasah yang santrinya naik tingkat tiap tahun, bendel lebih hemat karena satu buku menemani sampai lulus. Untuk kelas yang hanya memakai satu juz, per juz lebih ringan dibawa dan lebih murah.

Ada juga edisi bermakna gandul — terjemahan kata per kata dalam tulisan pegon di bawah teks Arab — yang dipakai di lingkungan pesantren tradisional, dan edisi terjemah penuh untuk sekolah yang bahasa pengantarnya Indonesia.

5. Menghitung Kebutuhan

Satu eksemplar per santri untuk kitab yang dipakai membaca sendiri, ditambah cadangan sekitar sepuluh persen untuk santri baru di tengah tahun. Untuk guru, sediakan edisi yang lebih lengkap — biasanya bendel — supaya bisa merujuk ke juz lain saat menjelaskan.

Halim Kitab Utama menyediakan Akhlaq lil Banin dan lil Banat dalam berbagai edisi. Sebutkan jumlah santri per tingkat lewat WhatsApp, nanti kami bantu susun daftar per juz beserta jumlahnya.