Halim Kitab Utama

Sejak 1982

0%

Langsung ke konten

Kitab yang Dipakai Pondok di Thailand Selatan

Pondok di Thailand Selatan — Pattani, Yala, Narathiwat, dan sekitarnya — berdiri di tradisi keilmuan yang sama dengan pesantren di Jawa dan Semenanjung Melayu. Kitab yang diajarkan sebagian besar sama, jalur bertingkatnya juga sama. Yang berbeda ada di lapisan bahasanya, dan perbedaan itu menentukan edisi mana yang cocok dikirim ke sana.

1. Tiga Lapis Bahasa dalam Satu Rak

Rak pondok di sana umumnya memuat tiga jenis kitab sekaligus. Pertama, kitab berbahasa Arab murni — matan dan syarah klasik, sama persis dengan yang dipakai di mana pun. Kedua, kitab Jawi: kitab berbahasa Melayu yang ditulis dengan huruf Arab, yang menjadi tulang punggung pengajaran di wilayah ini selama berabad-abad. Ketiga, terjemahan dan pengantar berbahasa Thai untuk generasi yang bersekolah formal dalam bahasa Thai.

Ketiganya hidup berdampingan, bukan saling menggantikan. Seorang santri bisa membaca matan Arabnya, memahami penjelasannya lewat kitab Jawi, lalu mencatat dalam bahasa Thai.

2. Kitab Jawi: yang Membedakan Wilayah Ini

Kitab Jawi bukan sekadar terjemahan. Ulama Nusantara menulis karya sendiri dalam bahasa Melayu beraksara Arab — membahas fiqh, tauhid, dan tasawuf dengan contoh yang dekat dengan kehidupan setempat. Karya seperti Sabilal Muhtadin, Matla'ul Badrain, dan kitab-kitab sejenis masih diajarkan sampai sekarang.

Bagi pembeli dari luar, ini titik yang paling sering keliru: memesan kitab dengan judul yang sama tapi edisi Arabnya, padahal yang dipakai kelas adalah edisi Jawinya. Judulnya cocok, isinya tidak terpakai.

3. Jalur Fiqh yang Dipakai

Mazhab Syafi'i mendominasi, sama seperti di Indonesia dan Malaysia. Jalurnya pun serupa: dimulai dari matan ringkas seperti Safinatun Naja, naik ke Matan Taqrib dan syarahnya, lalu Fathul Muin untuk tingkat lanjut. Kitab-kitab ini tersedia dalam edisi Arab maupun edisi bersyarah Jawi.

4. Ilmu Alat dan Tauhid

Nahwu dan sharaf mengikuti jalur yang sama dengan pesantren Jawa — Jurumiyah, Imrithi, sampai Alfiyah. Untuk tauhid, Aqidatul Awam dan kitab sekelasnya dipakai di tingkat dasar, sering dalam edisi yang menyertakan terjemahan Melayu.

5. Yang Perlu Dipastikan Sebelum Memesan

Tiga hal. Pertama, edisi apa yang dipakai — Arab murni, Jawi, atau bilingual. Kedua, ukuran dan jenis kertas, karena pondok yang membeli untuk satu angkatan biasanya menyeragamkan supaya penomoran halaman sama di seluruh kelas. Ketiga, jumlah per judul, karena pengiriman lintas negara lebih ekonomis dalam satu kali kirim daripada beberapa kali.

Halim Kitab Utama sudah mengirim ke Thailand, Malaysia, dan Kamboja sejak lama, dan terbiasa dengan permintaan campuran Arab-Jawi dalam satu pesanan. Kirimkan daftar kitab beserta kelasnya lewat WhatsApp — kami bantu samakan edisinya sebelum dikirim.