Halim Kitab Utama

Sejak 1982

0%

Langsung ke konten

Kitab Kuning dan Kitab Jawi: Bukan Dua Nama untuk Barang yang Sama

Di Indonesia orang menyebutnya kitab kuning. Di Malaysia dan Thailand Selatan, istilah yang lebih sering terdengar adalah kitab jawi atau kitab turats jawi. Keduanya sering dianggap dua nama untuk barang yang sama — padahal tidak.

1. Kitab Kuning: Bahasa Arab, Tanpa Harakat

Kitab kuning adalah kitab klasik berbahasa Arab yang dicetak tanpa harakat, dipakai sebagai bahan ajar di pesantren. Isinya karya ulama klasik dari berbagai negeri, dan bahasanya Arab sepenuhnya. Sebagian dilengkapi makna gandul — terjemahan kata per kata dalam tulisan pegon di bawah tiap kata — tapi teks pokoknya tetap Arab.

2. Kitab Jawi: Bahasa Melayu, Aksara Arab

Kitab jawi berbeda pada lapisan yang paling menentukan: bahasanya Melayu, ditulis dengan aksara Arab yang disebut Jawi. Jadi orang yang bisa membaca huruf Arab tapi tidak menguasai bahasa Arab tetap bisa membacanya — dan justru itulah gunanya.

Tradisi ini lahir dari kebutuhan menyampaikan ilmu kepada masyarakat Nusantara yang tidak berbahasa Arab. Ulama Melayu menulis karya sendiri dalam bahasa Melayu beraksara Jawi, dan sebagian menerjemahkan atau meringkas kitab Arab ke dalamnya.

3. Di Mana Masing-Masing Dipakai

Kitab kuning mendominasi pesantren di Jawa dan sebagian besar Indonesia. Kitab jawi mendominasi pondok di Malaysia, Brunei, Pattani di Thailand Selatan, serta wilayah Indonesia dengan tradisi Melayu yang kuat seperti Sumatera dan Kalimantan pesisir.

Di banyak pondok, keduanya dipakai bersama: kitab jawi untuk tingkat awal dan untuk pengajian umum, kitab kuning berbahasa Arab untuk tingkat lanjut.

4. Kenapa Ini Penting Saat Membeli

Salah membeli di antara keduanya adalah kekeliruan yang tidak kelihatan sampai kitabnya dibuka di kelas. Judul yang sama bisa terbit dalam dua bentuk — satu Arab gundul, satu Melayu Jawi — dan sampulnya tidak selalu menjelaskan yang mana.

Kalau pengadaan untuk pondok di Malaysia atau Thailand Selatan, tanyakan dulu ke pengelolanya: kitab jawi atau kitab Arab. Kalau untuk pesantren di Jawa, hampir pasti yang dimaksud kitab Arab. Dan kalau pesertanya campur — santri lokal dan santri dari seberang — dua bentuk itu memang perlu diadakan berdampingan.

5. Pegon dan Jawi

Satu lagi yang sering tertukar: pegon dan jawi sama-sama aksara Arab untuk bahasa non-Arab, tapi pegon dipakai untuk bahasa Jawa dan Sunda, sedangkan jawi untuk bahasa Melayu. Makna gandul di kitab pesantren Jawa ditulis dengan pegon, bukan jawi.

Halim Kitab Utama melayani pengadaan ke Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Kamboja, dan menangani kedua tradisi ini sehari-hari. Sebutkan lembaga dan negaranya lewat WhatsApp — kami bantu pastikan bentuk kitabnya sesuai sebelum dikirim.